Satrio Piningit

Posted: Juni 25, 2014 in Esai
Tag:, , , , ,

aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzM1NTI4OTg2X09qYW8yQVJnLmpwZw==Perkara yang tak pernah absen dalam dinamika hiruk pikuk disetiap ajang kontestasi politik di Indonesia sampai sekarang ini adalah pencari-carian terhadap sosok sang Satriyo Piningit. Apalagi bagi masyarakat jawa yang masih memegang nilai-nilai kebudayaan jawanya.

Sosok satriyo piningit kali pertama muncul berdasarkan ramalan (jangka) Jayabaya, Maharaja di Kediri pada 1135-1157 M. Ramalan ini menggambarkan satriyo piningit sebagai orang yang jujur, cerdas dan peduli terhadap sesama.

            Kepercayaan terhadap sosok satriyo piningit ini pasti akan muncul didalam masyarakat yang masih bersifat tradisional dan semakin mekar karena tumpukan rasa kekecewaan terhadap para pemimpin yang ada sekarang. Jurang kemiskinan, penderitaan dan ketidakberdayaan adalah pemicu utama munculnya imaji akan datangnya juru selamat.

Penafsiran siapa satriyo piningit berdasar jangka Jayabaya yang sering muncul selama ini memang lebih mengarah ke urutan presiden Indonesia sampai yang ke-6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Namun saya berupaya untuk menafsirkan ramalan Jayabaya tentang satriyo piningit yang berisi tujuh pitutur ini secara berbeda.

Tujuh Sifat

Pertama, Satriyo kuninjoro murwokuncoro. Itulah gambaran tokoh yang akrab dengan penjara. Namun bukanlah penjara dalam arti hukuman semata, melainkan penjara pikiran dan penjara kehidupan yang telah menyekap dirinya dan juga masyarakat sebagai akibat dari sistem yang tak memihak rakyat. Itulah yang membuat dia terpantik untuk keluar dari penjara ini dengan membawa angin perubahan.

Kedua, Satriyo mukti wibowo kesandung kesampar. Itu tokoh yang memiliki kewibawaan, tetapi harus menjalani kesulitan hidup yang membuatnya terpontang-panting. Kesulitan hidup ini bisa berupa kemiskinan sebagai akibat struktur timpang yang membekap. Kesulitan hidup inilah yang menempanya untuk menjadi memihak pada rakyat kecil yang tertindas.

Ketiga, Satriyo jinumput semelo atur. Tokoh ini dapat digambarkan sebagai seorang pemimpin yang tak rampung dalam menjalankan kepemimpinannya. Itu dapat dimaknai sebagai akibat adanya mandat dari rakyat yang menginginkannya untuk menjadi pemimpin di level yang lebih tinggi lagi agar dapat mengayomi mereka.

Suara Merdeka 22 Juni 2014

Keempat, Satriyo lelono tapa ngrame. Dialah tokoh yang suka mengembara untuk melihat dan membantu rakyat. Artinya ia tidak hanya duduk ongkang-ongkang diatas kursi empuk semata. Namun turut meresapi nasib rakyat sampai kebawah, yang kemudian memunculkan kebijakan untuk membantu mengatasi persoalan mereka.

Kelima, Satriyo piningit hamong tuwuh. Dia membawa amanat yang diperjuangkan sang pemimpin pendahulu.Dia juga menerima mandat atau restu dari keturunan sang pemimpin pendahulu serta rakyat untuk mengajukan diri menjalankan pemerintahan.

Keenam, Satriyo boyong pambukaning gapuro. Inilah tokoh yang tidak sekonyong-konyong muncul, tetapi memulai karir dari bawah hingga ke atas. Dia juga menawarkan konsep berbeda didalam menjalankan kepemimpinannya dan juga diyakini sebagai pemimpin yang akan membuka gerbang era keemasan bagi Negara yang dipimpin.

            Terakhir, ketujuh, Satriyo pinandito sinisihan wahyu. Tokoh pemimpin ini selalu menggenggam amanat rakyat dan tak terjebak didalam keduniawian. Segala tindakannya dilatarbelakangi oleh keinginan rakyat atau dia adalah penyambung lidah rakyat didalam menjalankan kepemimpinannya.

Artinya, satriyo piningit ini adalah orang yang memiliki tujuh sifat kepemimpinan tersebut. Dengan pengalaman, sifat dan gemblengan yang dirasakan telah membuat dia dapat membawa Negeri ini menjadi lebih baik lagi serta mencapai cita-cita kemakmuran, kesejahtraan dan keadilan bagi semua rakyat.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di rubrik “Pamomong” koran Suara Merdeka pada 22 Juni 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s