Tokoh – A


1.      Prabu Abiyasa, Begawan Abiyasa

2.      Abilawa

3.      Abimanyu

4.      Adirata

5.      Agnyanawati

Agnyanawati adalah putera Adipati Krentagnyana, kemudian dipersunting oleh Prau Bomanarakasura raja Trajutrisna, namun dalam perkawinannya terganggu dengan hadirnya Raden Samba yang merupakan adik iparnya, terkena panah Asmara pada sang Dewi Anyanawati, berakhir dengan pembunuhan raden Samba yang mati oleh Prabu Bomanarakasura.

 

6.      Airawata

Airawata bewujud gajah kesayangan Bathara Indra, yang bersaudara dengan gajah Puspadhenta kepunyaan Prabu Baladewa, asal mula gajah Airawata adalah dar Samodra Mantana, dalam pengeboran samodra mantana keluar Dewi laksmi, rembulan, gajah Airawata, Tirta Amerta, dll

 

7.      Dewi Amba

Dewi Amba adalah anak prabu Darmamuka raja Negara Srawantipura, dalam hidup sang Dewi dilanda duka karena cintanya terhadap putra mahkota Astina Raden Dewabrata yang lebih terkenal dengan sebuta Beghawan Bhisma. Rasa duka tersebut diawali dengan lakon sayembara pilih yang dimenangi oleh Dewabrata, namun tujuan putra Astina tersebut dengan memboyong Dewi Amba beserta adiknya akan dijodohkan dengan adiknya. Dewabrata sendiri menjalani hidup wadat, dengan alasan apapun dewi Amba akan mengikuti Raden Dewabrata, lakon tersebut berakhir dengan kematian dewi Amba yang terkena panah Dewabrata.

 

8.      Dewi Ambalika, Ambiki

Dewi Ambalika dan Dewi Ambiki adalah anak Prabu Darmamuka raja Negara Srawantipura, kedua puteri tersebut yang menyambung sejarah raja-raja Astina, tersebutlah dalam cerita, suami dari kedua dewi tersebut mati dalam peperangan sebelum sang suami memberkan keturunan kepadanya, namun oleh Dewi Durgandini kemudian kedua putrid tersebut dijodohkan dengan Abiyasa yang kemudian menurunkan Destharastra dan Pandhudewanata, dengan tampilnya Abiyasa maka dapat tersabunglah dinasti keturunan darah Kuru.

 9.      Dewi Adrika

Dewi Adrika adalah bidadari yang dikutuk menjadi ikan, dalam pengembaraannya di sungi Jamuna ia menelan sperma Prabu Basukiswara yang tumpah kedalam air sungai tersebutlah cerita ketika itu sperma Prabu Basukiswara dibungkus dengan daun Jati dan dibawa terbang oleh burung alap-alap dan untuk rebutan di angkasa. Yang sedianya akan diantar pulang ke tempat Dewi Girika, ikan jelmaan Dewi Adrika pun akhirnya hamil, kemudian ikan tersebut terjaring oleh Dasabala dan dibawa ke daratan kemudian melahirkan bayi Dampit, oleh Dasabala bayi tersebut diantar kenegara Cediwisaya diserahkan kepada Prabu Basukiswara dan diberi nama Durgandana dan Durgandini.

 

10.  Amongdhenta

Amongdhenta adalah patih Prabu Sridhenta, raja Negara jumapala. Ia membela rajanya yang berkehendak menumpas kerabat pandawa dan kemudian tewas, ketika perang dengan pandawa.

 

11.  Anggada

Anggada (Kapi Jaya Anggada) berwujud kera putra beghawan Subali dengan Bathari Dewi Tara, yang kemudian Anggada diasuh dan dibesarkan oleh adik Subali yakni Narpati Sugriwa yang bertempat tinggal di Gua Kiskenda Negara peninggalan Maesasura, Lembusura dan Jathasura. Anggada dalam hidupnya mengabdikan diri kepada Prabu Ramawijaya seorang Raja titisan Bathara Wisnu yang bertugas menumpas angkara murka Prabu Dasamuka raja Alengka, Jaya Anggada hidup hingga lakon Rama Nitis.

 

12.  Anggisrana

Anggisrana berwujud Raseksa kepercayaan prabu Dasamuka raja Alengka, ia berhasil menglabuhi Ramawijaya dengan berwujud seokor kijang emas yang berkelebat dihadapan Dewi Shinta, istri Ramawijaya yang kemudian Dewi Shinta ingin memiliki kijang mas tersebut, namun ketika Ramawijaya mengejar kijang yang lari tersebut, Dewi Shinta yang menunggu berhasil diculik dan dibawa lari ke Negara Alengka.

 

13.  Dewi Anggraini

Anggraini  permaisuri Prabu Palgunadi raja di Negara Paraggelung, sang dewi dalam perkawinannya dengan sang suami terkena musibah, musibah tersebut terjadi dalam lakon Palguna Palgunadi. Diawali Palgunadi yang ingin pandai memanah dengan berguru kepada Beghawan Durna. Namun sang Durna telah mempunyai Siswa yakni Arjuna, dalam belajar memanah tersebut kadang-kadang Anggraini juga ikut sang Suami, Kecantikan sang Dewi telah terlihat oleh Arjuna yang kemudian ingin menyuntingnya, dan berakhir dengan kematian Prabu Palgunadi yang membela sang Istri, dan Anggraini Sendiri juga Mati.

 

14.  Anila / Kapi Anila

Anila berwujud kera berwarna biru, putra Bathara Naradha yang tercipta dari daun Nokila, ketika itu Bathara Naradha terus mengejek Bathara Guru yang mempunyai anak berwujud kera yakni Anoman, kemudian raja dewa tersebut mencipta seekor kera yang telah berada dipunggung Naradha yang diakui jadi anaknya. Anila dalam hidupnya mengabdi pada Prabu Ramawijaya dan diangkat menjadi Patihnya.

 

15.  Anjani Cantik / Anjani Kera

Anjani putri resi Gotama dan Bathari Indrati, dalam hidup Anjani terkena akibat perselingkuhan ibunya dengan Bathara Surya, yang ketika itu Anjani sedang bermain Cupumanik Astagina pemberian ibunya yang berasal dari Bathara Surya, namun ketika sedang bermain dilihat oleh kedua orang adiknya yang juga ingin memilikinya, kemudian Resi Gotama melihat Cupumanik itu, dan mempertanyakan pada istrinya. Setelah istrinya mengakui kalau Cupumanik Astagina itu pemberian dari Bathara Surya kemudian Cupu tersebut dilemparkan hingga jatuh di sebuah telaga Madirda. Lakon tersebut berlanjut anjani dan adiknya menceburkan diri kedalam telaga untuk mencari Cupu tersebut hingga sang dewi dan adiknya berubah menjadi Kera.

 

16.  Anoman

Anoman putra dewi Anjani, tokoh ceritanya hidup dalam zaman Ramayana dan sampai Mahabarata pada zamannya Prabu Jayabaya di Mamenang Kediri, senantiasa ia hidup dalam perjuangan ketika prabu Ramawijaya menumpas keangkaramurkaan Rahwana, sang Anoman juga banyak andil berjuang. Pada zaman Mahabarata Anoman tidak sedikit memberi petuah dan petunjuk kepada para satria pandhawa, hingga hidupnya ia mengabdikan diri pada perjuangan

 

17.  Antaboga

Antaboga adalah juga seorang dewa yang bertempat tinggal di bawah bumi lapisan yang ketujuh disebut kahyangan Saptapretala, ia dewa ular dan oleh karena itu bias berganti rupa menjadi seekor naga yang besar, Antaboga beristrikan dewi Supertah anak Bathara Ismaya dan menurunkan Dewi Nagagini dan Bambang Nagatatmala, Nagagini dipersunting Raden Bratasena(Werkudara) kemudian berputra Raden Anantarejo.

 

18.  Antabopa

Antabopa seorang demang di tanah perdikan kademangan Widarakandang wilayah Negara Mandura, ia adalah penggembala ternak Negara Mandura semasa pemerintah Prabu Basudewa. Demang Antaboga seorang yang impoten pada masa itu karena itu ia diberi putri triman yang bernama Sagopi, oleh prabu Kakrasan, Narayana dan Rara Ireng dari ancaman Prabu Anom Warakangsa, yang ketika itu ingin menumpas keturunan Basudewa.

 

19.  Antarejo

Antareja adalah putra raden Werkudara dan Dewi Nagagini dari kahyangan Saptapretala, Antarejo juga termasuk ksatria muda Amarta yang bercita-cita menegakkan kebenaran dan menumpas angkara murka, namun sebelum perang Baratayuda terjadi, Antareja yang punya senjata lidah, kalau menjilat telapak kaki yang punya telapak kaki akan mati. Senjata tersebut dicoba oleh Kresna, Antarejo disuruh menjilat telapak kakinya sendiri maka matilah dia.

20.  Antakawulan

Antakawulan adalah istri sang prabu Barata Raja di Negara Ayodya, konon ceritanya sang dewi belum mau melayani sang suami kalau prabu Barata belum dapat mengartikan kata-kata panas apa yang melebihi panasnya matahari, dll. Namun teka-teki tersebut telah dijawab oleh saudaranya prabu Barata yakni Leksmanamurdaka, hingga Antakawulan mengejar-ngejarnya agar diperistri Leksmana yang wadat itu, tapi tampil tokoh Arjuna yang pura-pura jadi Leksmana hingga dapat menyunting Antakawulan, sebetulnya sang dewi adalah wahyu ketentraman yang menyatu dengan Arjuna.

 

21.  Arimba

Arimba adalah raja Negara Pringgadani setelah waafatnya prabu tremboko pada perang pamuksa dengan prabu Pandudewanata, dengan kejadian tersebut prabu Arimba membara api dendamnya terhadap keturunan prabu pandu dan ingin menumpasnya. Namun kejadian berkata lain, adik Arimba sendiri yakni dewi Arimbi telah jatuh cinta kepada raden Bratasena, dan akhirnya prabu Arimba sendiri mati ditangan Raden Bratasena.

 

22.  Arimbi raseksi / Arimbi Cantik

Arimbi adalah putera prabu Tremboko adiknya prabu Arimba, dengan melihat kegagahan Bratasena ketika berada di hutan, maka jatuh hatilah bunga Negara Pringgadani dan ingin diperistri oleh Bratasena. Namun pada waktu itu wujud dewi Arimbi berwujud Raseksi, demi tekadnya yang sedang menggila, asmara yang membara akhitnya dewi arimbi pergi bertapa minta kemurahan pada hyang Agung, hingga wujud raseksi berubah menjadi seorang putri yang cantik jelita dan berhasil meraih apa yang diinginkan hingga dalam perkawinannya dengan Bratasena menurunkan Gatutkaca.

 

23.  Arimuka

Arimuka adalah berwujud raseksa yang terjadi dari ari-ari (plasenta) putri Srawantipura yang kembar tiga yakni Dewi Amba, dewi Ambika dan dewi Ambalika, kelak ketiga putri ini diboyong kenegara Astina oleh Dewabrata, dan Arimuka mati dibunuh Dewabrata dan dikembali pada asal mulanya yaitu ari-ari, juga dewi amba ingin diperistri oleh raden Dewabrata yang telah menjalani sebagai seorang Brahmacari, juga mengikuti kepulangan Dewabrata ke Astina, namun di tengah jalan Dewi Amba meninggal kena anak panah Bhisma.

 

24.  Arjunasasrabahu

Arjunasasrabahu adalah seorang raja Negara Maespati tergolong raja titisan Bathara Wisnu, sang raja berpermaisurikan Dewi Citrawati dari Negara Widarba, yang konon melamarnya dilakukan oleh Bambang Sumantri dalam keberhasialannya menyunting Dewi Citrawati, menginginkan perang tanding dengan Arjunasarabahu. Hal ini ditanggapi oleh sang prabu namun Sumantri daoat dikalahkan oleh prabu Arjunasasrabahu, yang kemudian Sumantri diperintah untuk memindahkan taman Sriwedari dari kahyangan Utara ke Negara Maespati.

 

25.  Arjuna / Janaka

Arjuna adalah golongan Pandhawa yang ketiga, putra dewi Kunti dan prabu Pandu, ia seorang Ksatria yang suka menjaga ketentraman mayapada dan sejak kecil ia suka menuntut ilmu dan suka bertapa digunung-gunung, hutan-hutan hinga pada suatu ketika Arjuna bertapa di Gunung Indrakilla dan Beghawan Ciptaning, dari buah tapa ini Arjuna dapat membinasakan keangkaramurkaan prabu Nirwutakawaca yang ingi menyunting dewi Supraba, Arjuna juga mendapat anugrah dari dewa sebuah panah Pasupati yang kelah dapat diandalkan pada perang Barathayuda.

 

26.  Batara Asmara

Bathara Asmara adalah dewanya kesenangan, dewa ini pelindung kesenangan maka ia pun sering menyamar dan menggoda manusia, hingga manusia akhirnya membuka hatinya bagi kesenangan. Seperti halnya dengan seorang Satria yang berjalan ditengah hutan dan mendapat gangguan raksasa atau seekor binatang buas, gangguan-gangguan tersebut berasal dari Hyang-Asmara kemudian mendatangkan bagi yang diganggunya.

 

27.  Batara Aswani

Batara Aswani adalah seorang bidadari dari kahyangan Suralaya, pada waktu itu prabu Dasamuka membikin kerusuhan di Kahyangan yang membuat dewa kalangkabut, kemudian batara Guru memberikan tiga bidadari kepada Dasamuka beserta Adiknya. Batari Tari diperistrikan Dasamuka sendiri, Batari Aswani/kiswani diperistri oleh Kumbakarna yang kemudian berputra raseksa kembar Aswani kumba dan Kumba kumba. Kemudian yang ketiga batari Triwati dijodohkan dengan raden Gunawan Wibisana.

 

28.  Aswani kumba

Aswani kumba adlah anak Kumbakarna dengan Batari Kiswani, syahdan ketika itu Kumbakarna yang bertapa tiduk di gunung Gohkarna karena hatinya kecewa terhadap kelakuan kakaknya yang diperingatkan agar mengembalikan Dewi Shinta ke tangan Ramawijaya tidak mau, dari akibat itulah terjadi peperangn besar antara bala tentara kera dan bala tertara raksasa. Dari perang tersebut Kumbakarna juga gugur di medan perang begitu juga Aswani kumba tak mau ketinggalan juga tampil di medan perang setelah mendengar ayahnya gugur dalam peperangan, dan akhirnya Aswani Kumba pun juga gugur di medan peperangan.

 

29.  Aswan, Aswin

Aswan adalah seorang dewa di kahyangan, dewa ini kembar, yang satu brnama Aswin. Tersebutlah pada salah satu cerita istri muda prabu Pandu sedang terkena kutukan resi Kimindama yakni kalau Pandu bercinta dengan istrinya maka akan mati. Dewi kunti pun mengetahui akan keluhan Dewi Madrim, kemudian mengajarkannya suatu ajian untuk memanggil dewa kepada madrim, setelah berhasil mempelajari sebuah ilmu dari kunti, dewi Madrim pun kemudian memanggil dewa kembar Aswin dan Aswan kemudian madrim berputra Nakula & Sadewa.

 

30.  Aswatama

Aswatama atau lebih terkenal dengan nama Bambang Aswatama ia putra Beghawan Durna dengan Bathari Wilutama, seumur hidup Bambang Aswatama mengabdi pada prabu Duryudana, namun dalam perang Barathayuda berkecamuk Aswatama pun meninggalkan tanggung jawabnya sebagai prajurit dengan melarikan Dewi Banuwati dari Astina. Karena dendamnya yang dalam kepada Banuwati yang dianggapnya mata-mata pandawa yang ditanam di Astina. Kejadian ini pun berlanjut hingga lakon Aswatama landak berhasil membunuh Banuwati dan yang lainnya, namun Aswatama pun juga mati terkana pasupati yang dipasang pada kaki Parikesit.

Komentar
  1. Ahmad Sukardi mengatakan:

    Saya Mau Tokoh B dan Seterusnya sampai Z

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s