Kethoprak


Ketoprak

Ketoprak adalah sebuah kesenian teater dari Jawa Tengah. Kesenian yang sudah hampir punah ini masih bisa ditemui di kota-kota kecil yang tersebar di Jawa Tengah. Ketoprak adalah kesenian leluhur yang masih disukai di daerah pedesaan. Biasanya ketoprak digelar untuk acara-acara tertentu seperti: sunatan, sedekah bumi, atau perayaan-perayaan tertentu. Ketoprak ini biasanya menceritakan tentang sejarah di daerah, sekitar, bisa tentang kisah seorang tokoh masyarakat, ataupun sejarah suatu tempat.

Biasanya dalam pertunjukan ketoprak selalu disisipi oleh humor-humor yang menarik sehingga tidak membosankan. Bahkan sekarang dalam pertunjukan ketoprak selalu disisipi efek-efek menggunakan
petasan ataupun pengaturan cahaya agar semakin menarik. Ketoprak selalu dibuka dengan tari-tarian tradisional.

Dari hari ke hari, kesenian ketoprak semakin tergerus oleh jaman. Sekarang jumlah pemain ketoprak sudah berkurang drastis dibandingkan dahulu. Hal ini dikarenakan para pemuda daerah yang kurang mengapresiasi kesenian tersebut. Selain itu juga mungkin karena ketoprak rata-rata menggunakan bahasa Jawa halus atau biasa disebut dengan Krama Inggil yang hanya sebagian masyarakat jawa saja yang mengerti. Selain kedua hal tersebut, kepunahan ketoprak juga biasanya dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah daerah untuk melestarikan kesenian ketoprak. Kebanyakan pemerintah daerah lebih memilih mengadakan konser music daripada menggelar pertunjukan ketoprak ketika sedang merayakan hari jadi sebuah kota ataupun event-event besar lainnya. Tapi yang paling nyata adalah akibat generasi mudanya yang tidak mau melestarikan kebudayaan tersebut.

Untuk mampu membangkitkan kesenian Ketoprak lagi diperlukan bantuan dari berbagai pihak. Kita bisa memulainya dengan diri kita sendiri untuk menikmati dan ikut melestarikan kesenian ketoprak dengan cara mengikuti pertunjukan Ketoprak. Apabila di daerah Jawa Tengah biasanya diadakan pertunjukan ketoprak di depan gedung kabupaten atau tepatnya simpang lima kota setiap hari sabtu malam. Pertunjukan ini didukung oleh pemerintah kabupaten dengan meminjamkan wilayah simpang lima untuk diadakan pertunjukan ketoprak atau dengan cara membiayai pertunjukan ketoprak untuk tampil setiap malam minggu dengan menggunakan anggaran daerah. Selain itu masyarakat juga wajib ikut serta mendukung tumbuhnya ketoprak di daerahnya dengan cara ikut menyaksikan pertunjukan tersebut setiap malam minggu.

Sebenarnya ketoprak memiliki peluang bisnis yang cukup baik. Dikarenakan oleh langkanya penyedia pertunjukan ketoprak. Apalagi dengan dikombinasikannya peran serta pemerintah daerah untuk melestarikan pertunjukan ketoprak dengan menggelar pertunjukan ketoprak di pusat kota. Maka penyedia pertunjukan ketoprak akan lebih sering mendapat pesanan untuk tampil karena efek monopoli. Selain itu wilayah cerita ketoprak yang fleksibel karena bisa apa saja. Mungkin saja kisah tentang para koruptor atau para mafia pajak yang digabungkan dengan sentuhan teater tradisional ketoprak, bisa menjadi objek penjualan yang sangat prospektif. Ketoprak tidak seharusnya menjadi hilang dalam gerusan jaman. Karena ketoprak memiliki kisah yang amat variatif karena ke-fleksibelan- nya. Selain itu ketoprak amat cocok untuk segala kalangan dikarenakan efek dari variasi ceritanya. Untuk lebih banyak menarik perhatian masyarakat kita bisa mengganti bahasa yang digunakan dalam ketoprak dengan bahasa Indonesia. Dengan begitu kita tidak akan kebingungan dengan kisah yang diceritakan.

Komentar
  1. fiarida mengatakan:

    Waw mksih

  2. siswa smp PL BINTANG LAUT KELAS9 mengatakan:

    saya kira informasinya dalam bahasa krama karena judul dari web budaya jawa… saya sedang mecari bahan untuk tugas ketoprak dlm bahasa krama jika bisa membantu hubungi saya di http://www.jofebrian@gmail(dot)com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s